Legenda Telaga Menjer

Iklan 728x90

Legenda Telaga Menjer

Legenda Telaga Menjer, Wonosobo dikisahkan pada jaman dahulu kala ada dua gadis sedang mengumpulkan sayuran di ladang. Tiba-tiba datanglah seekor kepiting raksasa mendekatinya. Mereka sangat takjub melihat betapa besar dan tingginya binatang itu.

Lupa akan pesan orang tuanya yang mengatakan bahwa apabila sedang berada di lading kemudian melihat atau menemui sesuatu yang asing atau janggal mereka dminta cepat meninggalkan tempat dan jangan menggangu atau mengusiknya, salah seorang gadis itu justru mendekat serta diusapnya sambil keheranan, dan kagetlah mereka melihatnya.

Pada saat si gadis mengusap punggung kepiting, tanpa disadari sekonyong-konyong kepiting lenyap dan ditempat mereka berdiri menganga sebuah lubang yang bergerak semakin lebar dan semakin dalam menyerupai sumur yang membawa kedua gadis tadi lenyap tenggelam. Jadilah sumur yang luasnya 70 hektar, kemudian diberi nama telaga Menjer. Bentuk telaga ini makin ke dalam makin mengecil layaknya sebuah tumpeng jika terbaik.

Di kedalaman telaga tersebut terlihat seekor ikan besar dengan ukuran tidak terhingga. Beberapa orang juga menyaksikan kadang terlihat seseorang berjalan di atas telaga. Telaga Menjer ini bersampingan dengan desa Maron, Menjer, dan Tlogo. Di bagian barat telaga terdapat pohon besar menyatu dengan batu besar yang mirip sandaran dan di antara batu ada lubang layaknya pintu yang ditutup oleh tiga buah batu.

 Kalau batu dibuka, kita melihat mata air dalam lekukan seperti bak kurang lebih 3 m2 luasnya dan biasa disebut goa Song Kamal. Banyak orang datang mengambil air dari sana untuk suatu keperluan, dan sudah menjadi kepercayaan masyarakat sekitar desa bahwa apabila mereka melihat permukaan air tinggi, hal itu menjadi pertanda datangnya kesejahteraan bagi rakyat desa. Sedangkan apabila permukaan air berkurang/surut, hal ini menandakan ada hal-hal yang perlu diwaspadai.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment